New Story
Chapter One
Aku riuh…
Dalam hangat rengkuh mu…
Pias dalam desir keindahan yang tak pernah berani ku impikan…
Sebenar-benarnya aku gamang, meyakini sesuatu yang semula kuragukan… sungguh !!!
Chapter Two
Semula ku tak yakin kau lakukan ini pada ku… ( sebuah lagu ressa herlambang ) mengalun lirih memenuhi small room at NAV, suasana ramai, meriah, seru dan ceria… namun lagu ini mengalir begitu menyedihkan… Aku terpaku ditengah kehangatan semua orang yang ku yakin dengan pasti sangat menyayangiku, aku sepi dalam keramaian… Betapa lagu ini telah menyentuh kehampaan jiwa yang selama ini ternyata ada dalam diriku. Sesungguhnya tak ada makna yang berkesesuaian antara lirik dan jalan hidup ku, tetapi entah mengapa perasaan hampa, kosong dan pahit terasa begitu kental disaat lagu ini terdengar dan kunyanyikan… Sebenarnya kesedihan apa yang kurasakan ketika musik bergema dan menghanyutkan aku dalam kepedihan yang begitu panjang seperti lorong hitam yang tak berujung… Kesedihan apakah ini ??? Selalu begitu menyakitkan… rasanya… begitu menyedihkan… sepertinya… seakan turut tercabik dan terluka… Seakan ikut tersayat dan merana… Kesedihan apakah ini ??? Mengapa aku begitu hampa… Kosong dan seperti tak bermakna… Mengapa lagu ini membuatku seakan tampak begitu menyedihkan… Mengapa lagu ini membuat hidup yang kujalani seakan tiada berarti… Banyak yang menyangka lagu ini bercerita tentang aku, tidak… aku tak pernah menjalani kehidupan seperti lagu ini… tidak. Lama aku berfikir mengapa lagu ini terasa begitu menyakitkan… sampai kudapatkan jawabannya malam ini.
Yah… malam ini ketika hati ku teramat damai… jiwa ku terbuka dan berkata… ada yang telah terlupakan dan terendap begitu dalam, tersembunyi di timbunan kenangan yang telah ku simpan dan tertutup di angan. Sebuah kata yang tak pernah ingin ku ucapkan lagi… sebuah kata yang tak akan pernah ingin aku yakini lagi… sebuah asa yang tak pernah kuangankan lagi… sebuah imajinasi yang ku pendah dan tak berani aku impikan dalam tidur sekalipun.
Aku melupakan CINTA
Aku telah cukup bahagia dengan kehidupan yang kujelajahi… kujalani dan kunikmati… Aku cukup bahagia dangan banyak teman, keakraban keluarga, tumpukan pekerjaan, tantangan kehidupan, berjuang dan meraih prestasi… aku cukup bahagia. Dan akan tetap kuhadapi masa depan dengan kepala tegak dan hati yang tertutup, aku cukup bahagia… aku aman!!! Aku damai!!! Meski semu… aku cukup bahagia…
Chapter Three
Dan binar-binar tiba…
Menantang jiwa tuk meraihnya…
Mengupas lembar demi lembar kehampaan yang terdalam…
Menelanjangi aku dalam keputusasaan…
Ternyata…
Aku begitu kosong…
Selama ini aku begitu kosong…
Jiwa ku lelah…
Lelah dalam redup cahaya yang kukalungi sendiri…
Lelah dalam selimut kekecewaan…
Lelah dalam cinta!!!
Nyata benar aku penat…
Chapter Four
Aku tak mengharapkan apapun, cukup hidup ini berjalan sebagaimana adanya… hingga dia datang, bergurau dalam tawaran persahabatan, bercerita dalam damai ikatan pertemanan… menghapus duka ku, menemani sakit ku, bersuka cita dalam bahagia ku, membantu gundah ku, mengeyahkan galau ku… dia ada dan hadir dalam segala sisi kehidupanku. Aku terperangah, betapa ada yang hilang ternyata selama ini… waktu ternyata telah mengikis habis rasa yang dulu kumiliki begitu besar. Aku yang beberapa saat lalu mampu berkata dengan ponggah bahwa “ aku mampu dan mau hidup sendiri “ bahwa “ cinta tak akan pernah akan menjadi milik ku lagi “ bahwa “ aku tak menginginkan apapun lagi buat ku sendiri “ bahwa… bahwa… bahwa…
Aku salah…
Aku menyadarinya…
Aku mencoba mengelak…
Aku berlari…
Aku menyendiri dan berfikir… hingga hati dan jiwa ku berkata…
“ Aku tidak mau sendiri lagi… “
Chapter Five
Ponggah ku hilang meski tak sekejap
Bersama mu aku bahagia…
Berdua dengan mu aku yakin bahagia…
Bahagia dalam artian yang teragung…
Dimiliki dan memiliki…
Dicintai dan mencintai…
AKU CINTA KAMU ( judul loh… )
Palembang, Nov 20th, 2008